
WONOSALAM — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 8 Jombang sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Agenda pembentukan karakter kepemimpinan tersebut dipusatkan di Sendang Rejosari, Kecamatan Wonosalam, dan berlangsung secara intensif selama dua hari berturut-turut.
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus OSIM terpilih antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Pembukaan kegiatan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MAN 8 Jombang, Erma Rahmawati, S.Pd., M.Pd.I. Dalam momentum tersebut, pihak madrasah juga menggandeng lembaga pelatihan karakter profesional, Foltran, untuk mengawal proses pendampingan serta penyampaian materi pengembangan diri para siswa.
Dalam amanat pembukaannya, Erma Rahmawati menekankan betapa krusialnya konsep deep learning dalam proses pelatihan kepemimpinan kali ini. Beliau menyampaikan bahwa LDK tidak sekadar agenda rutin tahunan atau forum formalitas organisasi semata, melainkan sebuah ruang pemaknaan belajar yang mendalam.
“Latihan Dasar Kepemimpinan harus menjadi sarana bagi para siswa untuk mengalami deep learning—proses belajar yang tidak hanya berhenti pada hafalan atau pemahaman teori di permukaan. Lebih dari itu, kepemimpinan sejati menuntut pemahaman makna yang mendalam, pengasahan kesadaran kritis, serta kemampuan mengejawantahkan nilai-nilai kepemimpinan dalam tindakan nyata sehari-hari,” tutur Erma di hadapan para peserta.
Beliau juga menambahkan bahwa melalui kerja sama dengan Foltran, para pengurus OSIM diharapkan mampu menyerap setiap sesi pembekalan secara optimal. Pendekatan pembentukan karakter yang dihadirkan dirancang untuk menggembleng ketahanan mental, kerja sama tim, integritas, serta kecakapan komunikasi yang sangat dibutuhkan seorang pemimpin muda di era modern.
Selama dua hari pelaksanaan di kawasan sejuk Wonosalam, para peserta disuguhkan berbagai materi kepemimpinan, simulasi organisasi, hingga aktivitas luar ruang (outbound) yang interaktif. Lingkungan alam Sendang Rejosari yang asri turut mendukung terciptanya suasana belajar yang kondusif, dinamis, dan penuh keakraban antarpeserta.
Sinergi antara manajemen madrasah dan tim fasilitator Foltran menghadirkan pengalaman belajar yang holistik. Para pengurus OSIM tidak hanya dibekali dengan kemampuan manajemen organisasi, tetapi juga diajak untuk merefleksikan peran mereka sebagai teladan bagi seluruh siswa di MAN 8 Jombang.
Melalui penyelenggaraan LDK berbasis pemaknaan mendalam ini, MAN 8 Jombang berkomitmen untuk terus mencetak kader-kader pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kedewasaan sikap, keteguhan karakter, serta jiwa kepemimpinan yang tangguh. (fdy)




